ATN - Anda tahu Ayunan?? Dulu waktu kecil atau bahkan sudah dewasa, ayunan adalah tempat kita bersenang-senang. Tapi ketika ayunan menawarkan kita untuk melayang di udara pada 2600 kaki (meter), apa yang terjadi?





Terletak di Baños, Ekuador, ayunan ini memberi Anda kesempatan untuk ber-ayunan pada ketinggian 2600 meter tanpa penghalang memberi Anda pemandangan gunung berapi Tungurahua.




Meskipun risiko yang ditimbulkan berbahaya jika terjatuh, itu mungkin pengalaman gila yang layak dijalani, karena memacu adrenalin, perasaan kebebasan dan pemandangan sekitarnya yang indah dan paling unik dan langka.





Anda tidak perlu menjadi goyang dan takut oleh pengalaman ini, ini adalah tempat yang bagus tapi juga tempat indah dan perlu mental yang kuat untuk ber-ayun. Anda berani mencobanya ??












ATN - yang terletak di pulau Pemba di Zanzibar, ini adalah pemandangan baru dan sangat menakjubkan bila Anda belum pernah berada langsung di sana. Ada daya memikat untuk kesana dan ini adalah tempat liburan atau bulan madu yang sangat indah.






Anda dapat berenang disekitarnya, berenang ke bawah dan di tengah karang.











Kamar tidur benar-benar dan sepenuhnya di bawah air dan menawarkan pemandangan dunia air yang penuh warna-warni. Di permukaan, struktur tiga lantai menawarkan para tamu semua fasilitas kamar standar, dengan pemandangan menakjubkan.








Pada siang hari Anda dapat melihat ikan tropis dan organisme laut lainnya yang berenang di dekat jendela Anda. Pada malam hari, lampu-lampu, menerangi air disekitar tempat Anda, menarik cumi-cumi dan makhluk laut lainnya untuk kepermukaan.



Dapatkah Anda membayangkan sedang terbuai oleh gelombang lembut, bangun di pagi hari dan menyelam untuk berenang dengan ikan tropis? Nah biaya surga ini adalah $ 1,500 per malam untuk dua atau $ 900 dolar untuk satu orang.



Pencipta ruang mengambang, Mikael Genberg, pertama kali menciptakan air kamar hotel di Swedia disebut Utter Inn. Satu kamar yang mengambang di tengah Danau Mälaren dan seperti ke pulau Pemba, memberikan pengunjung pemandangan bawah laut yang indah, ikan dari danau langsung dapat Anda lihat di kamar tidur.




ATN - Mungkin bagi sebagian orang ini merupakan sesuatu yang tidak masuk akal, akan tetapi semua pandangan tersebut langsung berubah setelah gambar-gambar di bawah ini.

Bayangin sebuah worst-case scenario! Kamu adalah cowok ganteng yang hidup di tahun 2026 dimana dunia sedang dilanda wabah zombie kayak di film-film. Semua orang yang kamu kenal berubah jadi zombie pemakan otak. Ortu kamu jadi zombie. Sahabat kamu jadi zombie. Pacar kamu jadi zombie. Mantan kamu jadi zombie. Cewek gebetan kamu jadi zombie. Bahkan Milla Jovovich juga jadi zombie! Sialnya, yang nggak jadi zombie cuma Tata Dado, SMASH, sama Ruhut Sitompul. Duh Gusti, bete nggak sih? Apa yang bakal kamu lakuin? Can you survive? Nah, percaya nggak percaya, Architects Southwest mengadakan kompetisi rumah anti-zombie untuk menangkal masa depan yang nggak masuk akal itu. Nah, ini dia 6 rumah anti-zombie paling kreatif yang aku dapet dari website urbanist (wajib baca buat kalian yang zombie-freak)!


1. Vagabond Mobile Safe House Device





Kreasi ini adalah pemenang kompetisi tersebut, yaitu sebuah rumah portabel yang meniru sebuah tempurung trenggiling (trenggiling punya tempurung kagak sih?). Idenya adalah sebuah “shelter” menyerupai iglo yang bisa dibawa kemana-mana. Kalo dibutuhin, tinggal dibuka aja kayak payung dan kita bisa bersembunyi di dalamnya. Shelter yang muat buat dua orang ini juga dilengkapi dengan sistem penyaring air, tracking device (sistem pelacak ala GPS), dan sel surya untuk mengubah energi cahaya menjadi listrik (jadi sambil bersembunyi dari kejaran zombie bisa sekalian nge-cas hape atau laptop). Yang lebih keren lagi, shelter ini bisa dibawa-bawa dalam sebuah tas ransel dengan desain gaul dan trendy. Hmm… kiamat zombie tetap bukan halangan buat tampil pede ya.


2. Oil Silo Home





Pemenang kedua dari kompetisi ini adalah Oil Silo Home, yaitu kreasi yang mengubah silo (gudang tertutup untuk menyimpan minyak) menjadi sebuah rumah anti-serangan zombie. Silo emang dikenal memiliki struktur solid yang sangat kuat. Di dalamnya akan dilengkapi sistem ventilasi, solar panel untuk mengubah energi cahaya matahari menjadi listrik, rumah kaca untuk bercocok tanam, peternakan ulat sutra untuk menghasilkan pakaian, dan sistem untuk mendaur ulang air. Kalo kehabisan energi, disediakan juga sepeda yang tinggal dikayuh biar bisa diubah menjadi energi listrik (kayak punya Mister Krab). Kalo zombie menyerang, tinggal gunakan aja senjata rahasia, yaitu menggunakan minyak dan gas metana yang tersisa di dalam silo menjadi senapan yang menyemburkan api. Wow, keren!


3. Look Out House





Kalo emang niat bikin rumah anti-zombie, kenapa nggak sekalian bikin yang mewah dengan gaya modern minimalis yang “stylish”? Well, Look Out House adalah pilihan yang paling tepat. Idealnya, rumah ini dibangun di dekat perairan seperti danau, sungai, atau pantai agar dapat dengan mudah melarikan diri dengan kapal jika zombie-zombie terlalu sulit ditangkal. Sebagian rumah ini berada di bawah tanah, jadi dijamin aman. Selain itu, bagian atasnya juga dilengkapi pengumpul air hujan, sistem pemurnian air dan udara, hingga solar panel untuk memanen energi matahari. Jadi walaupun di luar banyak zombie berkeliaran, kita tinggal relax, duduk nyaman di atas sofa, dan nyetel Metro TV (kalo penyiarnya belum dimakan zombie).


4. Zombie Ranch





Beda dengan Look Out House yang dibangun di bawah tanah, Zombie Ranch justru dibangun menjulang tinggi bak rumah pohon. Lokasinya pun di areal yang terpencil agar bebas dari gangguan zombie. Tapi bila zombie datang, don’t worry! Mengapa tidak manfaatkan saja zombie-zombie itu untuk menghasilkan energi? Zombie akan ditarik dengan umpan daging untuk memutar sebuah roda raksasa yang akan menghasilkan energi listrik. Wah, jadi PLTZ (Pembangkit Listrik Tenaga Zombie) dong?


5. Dam City





Logikanya, zombie nggak bisa berenang (kadang-kadang orang aja nggak bisa), Jadi, tempat teraman membuat rumah anti-zombie adalah di tengah perairan, misalnya waduk. Nggak cuma kamu mendapatkan akses air bersih dan pasokan listrik dari bendungan, namun tiap zombie yang mendekat akan langsung tersapu oleh terjangan air bendungan yang deras. Cuma celakanya, kita juga nggak bisa kemana-mana hehehe.


6. ZeRAD (Zombie Emergency Rapid Deployment) Shelter





Nah, inilah rumah anti-zombie futuristis paling keren dan paling canggih. Bayangin bila kamu terjebak di tengah2 kepungan zombie, pengen dong diselamatin ama rumah anti-zombie yang bisa datang menghampirimu? Yup, rumah ini memang bisa berpindah tempat. Jika ada zombie yang nekad memanjat masuk, tinggal disetrum aja!


Itulah kawan-kawan, 6 desain rumah anti-zombie paling kreatif dan paling ampuh. Nggak hanya dilengkapi persenjataan berat untuk menghadapi serangan zombie, rumah-rumah yang mengaku anti-zombie harus bisa mencukupi kebutuhan makan, udara, dan air bersih, serta energi listrik bagi penghuninya (kan nggak bisa sembarangan keluar rumah). Selain itu, rumah anti-zombie tetap harus ramah lingkungan (anti-global warming) sekaligus keren (weleh, penting?). Di antara rumah2 itu, mana yang bakal kamu pilih?



Ada juga tambahan di bawah ini.



Rumah 1.






Sumber : 1 2

ATN - Berenang seharusnya memberikan suasana yang sehat bagi raga kita. Tetapi, belum tentu demikian halnya jika Anda berenang di kolam misterius ini. Kulit Anda bisa seketika berubah menjadi biru neon usai berenang di danau itu.

"Rasanya seperti kami sedang bermain dengan cat radioaktif," kata Phil Hart yang menangkap gambar fenomena aneh ketika teman-temannya muncul dari sebuah danau di suatu malam.


Apa yang membuat air di tepi danau itu menyala dalam kegelapan? Ya, air berwarna terang di saat gelap itu tidak muncul dengan sendirinya. Ia tercipta karena reaksi kimia yang disebut biopendar (bioluminescence), yang muncul saat konsentrasi mikro-organisme di dalam air terganggu secara alamiah.

Phil, 34 tahun, meletakkan kameranya dengan penyanggah kaki tiga dengan kecepatan shutter lambat. Lalu, dia kemudian melempar butiran pasir dan batu sehingga kamera dapat menangkap gambar bintik-bintik air biru sebanyak mungkin.





Gambar-gambar ini terlihat sangat menakjubkan. Warnanya berubah ketika konsentrasi mikro-organisme Noctiluca Scintillans di dalam air tidak normal, jauh lebih tinggi dari biasanya. Phil dan teman-temannya mengambil gambar itu di Danau Gippsland, Victoria, Australia.


"Berada di sana dan melihat biopendar yang begitu memukau adalah kesempatan yang sangat langka," ujar Phil. "Saya di sini sebagai direktur program di sebuah organisasi yang secara rutin mengadakan agenda berkemah di sekitar Danau Gippsland sejak 50 tahun lalu. Dan, belum pernah ada yang dapat melihat biopendar seterang ini."





Seperti yang disebutkan, fenomena ini disebabkan tingginya konsentrasi mikro-organisme yang tinggi. Hal ini diyakini sebagai hasil dari kombinasi kebakaran hutan dan banjir di sekitar danau, di mana secara tidak langsung meningkatkan kadar nutrisi di dalam air yang dapat menghidupkan organisme.

"Ini tidak akan terjadi lagi dalam hidup saya," tutur Phil. "Saya merasa beruntung karena telah melihatnya dan berhasil merekam gambar tersebut dengan kamera saya."


"Warna biru cerah tidak hanya terlihat dengan mata kepala saya saja, tetapi juga dengan kamera saya. Ketika mengambil fotonya pertama kali, saya hampir tidak percaya melihat orang-orang di air tampak aneh," pungkas pria asal Melbourne itu.



Sumber : Viva News

ATN - Pernah merasakan tinggal di rumah yang lokasinya tepat di pingir tebing atau jurang? Kalau belum wajar saja, disamping masih banyak lokasi lainnya yang lebih cocok untuk tempat tinggal juga pastinya berbahaya. Tapi di belahan bumi lainnya Anda akan menemukan beberapa kota tua yang lokasinya tepat berada di pinggir atau di atas tebing yang tinggi. Beberapa di antaranya sudah ada sejak jaman Romawi Kuno dan ada juga yang menjadi tempat tujuan utama turis dunia.

1. Ronda (Spanyol): Di Pinggiran Jurang Sedalam 100 Meter


Lokasinya di area pegunungan dengan ketinggian 750 meter di atas permukaan laut. Kota Ronda ini terletak di provinsi Malaga, Spanyol. Sebuah jurang sedalam 100 meter yang dinamakan "El Tajo" memisahkan kota tua dan kota barunya. Di situ terdapat bangunan-bangunan dan rumah-rumah tinggal yang lerletak tepat di pinggirannya. Bepergian dari kota yang lama ke kota yang baru dimungkinkan karena di situ juga terdapat tiga jembatan, yang masing-masing dibangun pada jaman yang berbeda: jaman Romawi, Moorish, dan pada abad 18.


2. Bonifacio (Corsica): 70 meter di Atas Laut Mediterania

Di ujung selatan pulau Corsica, Bonifacio adalah satu kelompok masyarakat terbesar di pulau tersebut. Benteng kota yang kelihatan rapuh ini berlokasi pada ketinggian 70 meter di atas gunung kapur, perlahan dimakan usia dan oleh angin dan ombak dari Laut Mediterania. Dulunya menjadi tempat singgah para pelaut, sekarang tempat ini menjadi tempat berlabuh bagi yacht yang mahal dari segala penjuru dunia.

3. Castellfolit de la Roca (Spanyol): Di Atas Tebing Basal Berketinggian 50 Meter


Sebuah kota pemu****n di Catalonia, Spanyol, Castellfollit de la Roca dikelilingi oleh pertemuan antara sungai Fluvia dan Toronell, dimana tebing basal ini berdiri. Tebing dimana menjadi lokasi kota ini terletak pada ketinggian 50 meter dengan panjangnya yang mencapai 1 kilometer. Dulunya terbentuk oleh lapisan dari dua aliran lava dan merupakan salah satu kota terkecil di provinsi ini.

4. Santorini (Yunani): Surga Pada Ketinggian 300 Meter


Anda penggemar komposer Yanni? Kalo iya Anda pasti tahu komposisinya yang berjudul sama dengan tempat ini: Santorini. Konon sang maestro musik asal Yunani itu berasal dari kota ini. Lokasinya sekitar 200 km sebelah tenggara tanah daratan Yunani. Kepulauan Santorini sesungguhnya dulunya terbentuk dari letusan vulkanik yang besar dan mengakibatkan terbentuknya kaldera seperti sekarang ini. Pemandangannya yang sangat indah dan juga suasana malam harinya yang luar biasa menjadikannya tujuan wisata utama di Eropa. Letusan gunung Minoan sekitar 3600 tahun yang lalu di tempat bermukim orang Minoan meninggalkan kaldera yang luas dan juga tumpukan abu vulkanik sedalam kaki dan diduga memusnahkan peradaban orang Minoan di Pulau Crete, 110 km ke selatan, oleh terjangan tsunami raksasa yang mengikutinya. Di sini juga terdapat sebuah danau di pinggir laut berbentuk hampr persegi berukuran 12 km kali 7 km dan dikelilingi oleh tebing setinggi 300 m pada tiga sisinya.

5. Manarola (Italia): Lokasi Kota di Italia yang Paling Berbahaya

Berlokasi di Liguria, Manarola merupakan salah satu kota Itali paling berbahaya. Sulit mencari tahu berapa usia pedesaan ini, tapi pada catatan-catatan Romawi Kuno ditemukan nama tempat ini sebagai penghasil anggur untuk perayaan-perayaan. Saat ini Anda masih bisa berjalan-jalan di kebun anggurnya tidak jauh dari Via dell 'Amore (Path of Love) dan menikmati nyala lampu-lampu rumah di dekat tebing-tebingnya.

ATN - Jika Anda suka mengonsumsi rainbow cake, maka coba bayangkan bentuk kue itu dalam ukuran raksasa sebesar bukit-bukit luas membentang. Itu adalah kondisi sebenarnya dari sebuah lokasi berbukit warna-warni yang bernama Zhangye Danxia Landform Geological Park di China.

Melihat perbukitan tersebut Anda dijamin akan berdecak kagum pada kuasa Tuhan yang sangat luar biasa. Warna-warni yang tergambar di seluruh perbukitan itu terlihat rapi, tebal, dan terang. Selayaknya rainbow cake dalam versi luar biasa besar.

Lapisan berwarna yang terdapat dalam gugusan bukit-bukit tersebut merupakan hamparan pasir serta mineral berbagai jenis. Bukit pelangi itu dikatakan telah terbentuk sejak 24 juta tahun lampau. Tercipta dari aliran flowing valleys atau aliran lembah yang diterjang berbagai hal seperti hujan, badai serta angin.


Dilansir oleh Huffington Post, karena keindahan dan kelangkaan kondisi perbukitan pelangi itu, UNESCO telah memasukkan kawasan Zhangye Danxia Landform Geological Park sebagai mWorld Heritage Site atau situs warisan dunia mulai tahun 2010 yang lalu.


Sebenarnya bukit dengan keadaan berwarna-warni itu ada 2 di dunia. Salah satunya lagi berada di negara Kanada, bernama The rainbow Range.
ATNTaman di Green Lake, Austria jadi tujuan favorit para turis saat musim panas. Pada musim dingin, ini adalah taman biasa dengan bangku-bangku dan jalur pejalan kaki. Di musim panas, semua taman ini tenggelam menjadi danau!

bangku taman yang tenggelam (sumber: dailymail.co.uk)
Green Lake terletak di Tragoess, Stryia, Austria tepatnya di kaki pegunungan salju Hochschwab. Pada musim gugur dan musim dingin, area ini adalah sebuah taman. Taman di tepi danau ini sering dikunjungi, kebanyakan oleh para pendaki gunung. Namun taman asri pada musim dingin ini berubah drastis pada saat musim panas, menjadi danau.

berenang menuju jalan setapak (sumber: dailymail.co.uk)

Danau ini dinamakan der Gruene See atau the Green Lake karena airnya yang berwarna hijau alami seperti zamrud. Kedalaman danau hanya sekitar 1-2 meter pada saat musim dingin. Sedangkan pada musim panas taman ini perlahan tenggelam. Mengapa begitu? Hal ini terjadi karena melelehnya es yang ada di pegunungan Hochschwab. Kedalaman danau pun meningkat drastis, pada musim dingin, kedalaman danau bisa mencapai 12 meter.

the green lake (sumber: dailymail.co.uk)

Pengunjung yang datang ke sini pun berubah. Dari para pendaki gunung, berganti jadi para penyelam. Area ini menjadi tempat favorit sekaligus unik bagi para penggemar olahraga menyelam. Karena, Green Lake bisa memberikan pengalaman berbeda dalam menyelam.

menyelam di 'bekas' taman (sumber: dailymail.co.uk)

Pada musim panas, para penyelam bisa berenang bersama ikan di danau dengan pemandangan pepohonan asri dan rumput hijau. Tidak hanya itu, Anda pun bisa mencoba jalan di jalan setapak dari bebatuan yang ada di bawah air. Bangku yang biasa dibuat duduk para pengunjung pun bisa jadi spot foto yang menarik.

suasana danau pada musim dingin (sumber: dailymail.co.uk)

Selama hampir 6 bulan, taman ini akan tenggelam dan akan menjadi surga bagi para penyelam. Pepohonan dan rumput yang tenggelam tidak akan layu dan kehilangan kesegarannya karena matahari musim panas terus memberi asupan cahaya yang cukup.
Jika Anda penasaran, Anda bisa coba berkunjung ke sini saat musim panas dan mencoba sensasi berbeda dalam menyelam. Jika hanya ingin menikmati matahari musim panas dan air jernih yang berwarna kehijauan, Anda bisa sekedar berenang di danau ini.